Sabtu, 21 Maret 2015

Dakwah Rasulullah saw. di Mekah



      A.  Substansi dan Strategi Dakwah Rasulullah saw. Di Mekah
  1. Substansi dakwah Rasulullah saw. di Mekah
Berikut ini merupakan bagian yang terpenting yang menjadi isi dakwah Rasulullah saw. Periode Mekah.
  •  Tentang Ketuhanan (Tauhid)

Nabi saw. Meluruskan cara berpikir tentang substansi Tuhan. Tuhan yang berupa berhala yang dibuat oleh manusia kemudian disembah dianggap dapat menolong kesulitan adalah suatu kebodohan. Agama berhala adalah keyakinan masyarakat Mekah yang menyembah patung-patung yang dianggap sebagai anak Tuhan dan dapat memberi perlindungan. Rasulullah saw. Mengajak untuk meninggalkan keyakinan tersebut dan beralih pada Islam yang hanya menyembah Allah, Tuhan Yang Maha Esa, serta menjauhi sikap musyrik.
  •   Tentang Moral Budi Pekerti ( Akhlakul Kharimah)

Memperbaiki akhlak masyarakat Mekah yang mengalami dekadensi moral, Nabi saw.  Mengajak agar sikap dan perilaku jahiliah (kebodohan) seperti kebiasaan berjudi, minum khamr, dan berzinah agar ditinggalkan. Kebiasaan buruk tersebut akan menimbulkan permusuhan, pertikaian, dan perusakan. Nabi saw. Mengajarkan atau membiasakan perilaku baik, seperti saling menyayangi, hormat-menghormati, dan saling menolong karena sesungguhnya Allah bersama orang yang berbuat baik.
                Allah swt berfirman dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah / 2 ayat 195 yang memberitahukan bahwa Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.
                Rasulullah saw. Melakukan dakwah untuk mengajak masyarakat Mekah agar meninggalkan kebiasaan buruk dan mengganti nya dengan kebiasaan yang positif, seperti saling menghormati serta menghargai antarsesama manusia, juga memuliakan kaum perempuan.
  •   Tentang Hak Azasi Manusia

Nabi saw. Mengajak manusia untuk saling menghargai sesama umat manusia karena derajat manusia di hadapan Allah adalah sama, yaitu takwa. QS Al-Hujurat / 49:13 yang menerangkan ajaran Islam tentang persamaan hak dan derajat di antara manusia. Islam tidak memandang perbedaan hak dan martabat di antara sesama manusia, hamba sahaya dengan tuannya, orang berkulit putih dengan berkulit hitam, atau laki-laki da perempuan.

  •  Masalah Taklid

Nabi saw. Mengajak kepada masyarakat Quraisy agar tidak mengikuti perbuatan yang tidak ada dasar atau perintah dari Allah swt. Firman Allah dalam surah Al-an’am / 6:61.

2. Strategi Dakwah Rasulullah saw. di Mekah

Semula Nabi saw. Hanya berdakwah pada keluarga terdekat, belum dpat perintah untuk berdakwah kepada umum. Setelah turun ayat yang kedua yaitu surah Al-Mudassir / 74 ayat 1-2 Nabi saw. Berdakwalah kepada umum.
Ayat tersebut menjelaskan agar Nabi saw. Bangkit untuk memberikan dakwah.

     Ada tiga hal bagaimana Allah swt. Memproses Nabi saw. Sebelum menyampaikan risalah-Nya, yaitu sebagai berikut.

       Pertama, pendidikan bagi Nabi saw. Dalam bentuk pribadi beliau. QS Al-Mudassir / 74 ayat 3-7)

      Terdapat pula proses bimbingan belajar terhadap Nabi saw. Dalam Surah Al-Muzzammil /73 ayat 1-5. Ayat tersebut menjelaskan agar Nabi saw. Mengurangi tidur pada malam hari untuk salat malam. Nabi saw. Mempelajari Al-Qur’an kemudian mengamalkan apa yang sudah dipahami.

      Kedua, mempelajari pengetahuan-pengetahuan dasar mengenai sifat dan af’al (perbuatan) Allah. Diinformasikan dalam QS Al-Ikhlas / 112 ayat 1-4.

   Ketiga,  mempelajari dasar-dasar akhlak Islamiah, serta bantahan secara umum mengenai pandangan hidup masyarakat jahiliah pada masa itu. Dapat kita ketahui informasinya dalam firman Allah swt. Dalam QS At-Takatsur /102 dan QS Al-Humazah /104.

                Ada dua cara (strategi dalam melaksanakan syiar/ dakwah periode Mekah. Nabi saw. Mengajarkan tatanan kehidupan yang ber-akhlakul kharimah, yaitu prinsip-prinsip moral yang tinggi, pemahaman tentang ketuhanan, Allah swt, tuhan yang menciptakan alam semesta, dan meninggalkan perilaku tercela.

1.  Dakwah Islam secara Diam-Diam (Sembunyi)

Semula Nabi saw. Berdakwah kepada keluarga/kerabat dekat agar tidak menimbulkan kegoncangan di kalangan masyarakat Mekah. Nabi saw. Berdakwah secara perorangan dari rumah ke rumah secara sembunyi-sembunyi. Kegiatan dakwah ini dikenal dengan istilah dakwatul afrad artinya mengajak keluarga dekat/ sahabat karib saja.

        Ajaran yang Nabi saw. Ajarkan antara lain:

a, Menuhankan Allah swt. Tuhan Yang Maha Esa. Diharamkan melakukan kejahatan, permusuhan, pertikaian, dan perusakan

b. Menjelaskan tugas, fungsi, dan wewenang manusia serta pertanggungjawabannya di hadapan Allah swt. Kelak jika sudah meninggal dunia.

c.Menerangkan alangkah ruginya bagi manusia yang ingkar/kafir karena kelak balasannya adalah azab neraka. Sebaliknya bagi orang yang beriman dan bertakwa akan mendapatkan balasan surga. 

    2.Dakwah Islam secara Terang-Terangan.

Firman Allah swt. Dalam QS Al-Hijr / 15 ayat 94, yaitu merupakan petunjuk agar Nabi saw. Tidak lagi berdakwah secara diam-diam. Nabi saw. Diperintahkan Allah swt. Agar memulai dakwah secara terang-terangan.
Pada mulanya dakwah Nabi saw. Hanya ditujukan kepada masyarakat Mekah. Setelah peristiwa Isra’ dan Mikraj dan dakwah di Mekah mulai redup akibat reaksi keras bangsa Quraisy, Nabi saw. Mengarahkan dakwahnya kepada masyarakat Madinah yang kebetulan berkunjung ke Kota Mekah. Untuk memperluas dakwahnya Nabi saw. Menyuruh sahabat Nabi yang bernama Mus’ab bin Umar untuk mengajarkan Al-Qur’an kepada umat di Madinah. Kemudian disusul dengan Perjanjian Baitul Akabah ke-2 di tempat yang sama pada tahun ke-13 kenabian, terdiri dari 75 orang dari suku Khazraj dan suku Aus yang diketuai oleh Al-Bara bin Makrur. Mereka masuk Islam dan berjanji akan membela Islam sampai titik darah penghabisan dengan disaksikan dan direstui oleh paman Nabi, yaitu Abbas bin Abdul Muthalib.

B.  Faktor-faktor yang Memengaruhi Dakwah Nabi saw. Di Mekah.

Masyarakat Arab, khususnya Mekah, pada masa Nabi saw. Diutus menjadi rasul adalah masyarakat yang memiliki kebiasaan di antaranya sebagai berikut.

1.       Menyembah berhala

Saat itu, masyarakat Mekah memuja dan menyembah patung atau berhala sebagai Tuhan. Ratusan patung atau berhala terdapat di Kakbah, di antaranya berhala yang terbesar dan terpopuler, yaitu Latta, Uzza, dan Manat. Menurut mereka, berhala-berhala itu anak Tuhan yang berkuasa.

2.       Mengejar kedudukan serta memperjualbelikan budak dan wanita.

Penduduk Mekah sangant memperhatikan kedudukan tata nilai yang tinggi dan istimewa karena ha semacam itu memberikan kehidupan yang makmur dan mewah. Mereka juga memperjualbelikan budak dan wanita.

3.       Gemar meminum minuman keras, berjudi, dan berzina.

Masyarakat Mekah gemar meminum minuman keras, berjudi, dan berzina. Mereka tenggelam dalam kehidupan  duniawi tanpa mengindahkan kehidupan akhirat.

4.       Membanggakan diri.

Bangsa Arab pada saat itu terpecah menjadi suku-suku (kabilah) yang saling membanggakan diri. Kabilah-kabilah itu hidup bebas dan memiliki aturan tersendiri. Sering terjadi pertikaian, berselisih paham, bahkan peperangan antara mereka yang disebabkan perkara-perkara kecil atau memperebutkan kekuasaan.

5.       Hanya menghargai/menilai seseorang berdasarkan keturunan bukan berdasarkan akhlak dan ilmu

Kebiasaan  orang Arab memberikan penghargaan terhadap orang lain didasarkan pada keturunan, kebangsawanan, atau kekayaannya.

6.       Menganggap lebih mulia dan lebih tinggi dari bangsa lain

Bangsa Arab, khususnya Quraisy, memandang diri mereka lebih mulia dan tinggi dari bangsa Arab lainnya. Dalam kabilah Quraisy, terdapat golongan-golongan (keluarga besar) yang saling bersaing untuk merebut pengaruh dan kekuasaan.

7.       Memiliki sifat sombong.

Penduduk Mekah memiliki sifat sombong. Kesombongan itu memengaruhi sifat mereka yang tidak mau diatur oleh Allah swt. Agama dalam pandangan mereka bagaikan buih yang terapung di permukaan air. Agama tidak mampu menuntun jiwa dan hati mereka, tidak berpengaruh terhadap akhlak, moral, dan bud pekerti mereka.

C.  Hikmah Sejarah Dakwah Nabi saw. Periode Mekah

Hikmah yang dapat diambil dari sejarah dakwah Rasulullah saw. Antara lain.

1.       Menyadari bahwa melalui kesabaran dan keuletan dalam berjuang manyiarkan agama Allah pasti akan mendapat pertolongan dari Allah swt.

2.       Memahami bahwa tugas seorang rasul hanya sekedar menyampaikan risalah dari Allah swt.

3.       Memahami bahwa Allah swt. Pasti akan menguji seseorang yang akan terpilih menjadi utusan atau rasul-Nya.

4.       Memahami bahwa Nabi saw. Sangat bijaksana, pandai menggunakan kesempatan yang berharga, dapat menarik perhatian orang tanpa menimbulkan kebosanan.

5.       Meneladani Nabi saw. Yang bergelar uswatun hasanah

6.       Melalui dakwah Rasulullah saw., umat manusia, khususnya umat Islam, mendapat informasi mengenai agama yang diridai Allah swt.

7.       Melalui dakwah Islam, Rasulullah saw. Memberikan pemahaman tentang hak dan persamaan derajat antara kaum perempuan dan laki-laki.

8.       Islam menegakkan ajaran persamaan derajat di antara manusia dan memberantas perbudakan.

9.       Melalui penghapusan perbudakan, maka manusia memiliki status, derajat yang sama di mata Allah swt.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar